Pada turbocharger, gas buang dan udara masuk menjalankan tugas yang berbeda: gas buang menjadi sumber tenaga putar, sementara kompresor menggunakan putaran itu untuk memampatkan udara yang menuju mesin [1].

Urutan kerja turbin dan kompresor

  1. Tekanan gas buang yang keluar memutar roda turbin bersudu-sudu. Turbin mengambil tenaga dari gas buang; tugasnya bukan memampatkan udara masuk [1].
  2. Roda turbin terhubung dengan roda kompresor melalui poros. Ketika turbin berputar, poros meneruskan putaran itu sehingga kompresor ikut bergerak [1].
  3. Kompresor sentrifugal memompa dan memampatkan udara masuk, sehingga tekanannya meningkat sebelum udara memasuki mesin [1].

Poros menjadi penghubung antara dua pekerjaan tersebut. Turbin memanfaatkan tenaga dari gas buang, sedangkan kompresor memakai putaran yang diterimanya untuk memampatkan udara. Karena itu, keduanya bukan dua nama untuk komponen yang sama: perannya berbeda, tetapi kerjanya saling terkait [1].

Mengapa udara masuk dimampatkan?

Turbocharger meningkatkan tekanan udara yang masuk ke mesin untuk membantu meningkatkan keluaran tenaga dan efisiensi mesin [1]. Rangkaian kerjanya bermula dari gas buang, melewati turbin dan poros, lalu berakhir pada kompresor yang memampatkan udara masuk.

Memanfaatkan energi gas buang bukan berarti turbocharger bekerja tanpa konsekuensi. Turbocharger tidak memberi beban mekanis langsung pada mesin seperti supercharger, tetapi tekanan balik gas buang dapat meningkatkan kerugian pemompaan [1].

Itulah inti bahasan turbo61: turbin mengambil tenaga dari gas buang, poros meneruskan putaran, dan kompresor memampatkan udara masuk. Perbedaan tugas inilah yang menjelaskan bagaimana aliran gas buang membantu proses pemampatan tanpa menjadi udara yang sedang dimampatkan.

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Turbocharger. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29890625&title=Turbocharger (diakses 2026-10-18).